MATA PENCAHARIAN DI KAMPUNG ADAT URUG DESA URUG KECAMATAN SUKAJAYA KABUPATEN BOGOR

Mohamad Sutisna, Soejono Soejono, Kamaludin Kamaludin, Anwar Supriatna, Andi Andi, Kartini Kartini

Abstract


Abstrak. Mata pencaharian adalah pekerjaan yang menjadi pokok penghidupan dapat diartikan sebagai segala aktivitas manusia dalam memberdayakan potensi sumber daya alam. Pengumpulan data dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 05-06 Juni 2021. Kegiatan ini dilakukan mendapatkan sambutan baik dari kasepuhan pemangku adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini berupaya mendeskripsikan dan merupakan salah satu potret kehidupan sosial masyarakat yang masih kokoh menjaga warisan leluhur sampai era modern ini. Masyarakat Kampung Adat Urugstatus kepemilikan lahan pertaniannya adalah milik perorangan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi mata pencaharian masyarakat Kampung Urug. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, selain itu masyarakat juga melakukan pekerjaan lain seperti berniaga menjual ikan dan mencari emas atau gurandil.

Kata kunci: Kampung adat; Mata Pencaharian; Petani.

 

Abstract. Livelihoods are jobs that are the main source of livelihood, which can be interpreted as all human activities in empowering the potential of natural resources. Community service is carried out by students of the PPKn Masters Study Program STKIP Arramaniyah Depok. Held on Saturday-Sunday, 05-06 June 2021. The PPM activities were well received from the traditional leaders, religious leaders, and community leaders. Devotion to the Urug traditional village community is one of the portraits of the community's social life which is still firmly maintaining the ancestral heritage until this modern era. Indigenous village community urug ownership of agricultural land is owned by individuals. The purpose of this study was to identify the livelihoods of the Urug village community. The method used is a qualitative description. Collecting data using interview techniques, observation and literature study. The results showed that most of the community worked as farmers, besides that the community also did other jobs such as trading fish and looking for gold or gurandil.

Keywords: Traditional Village, livelihood, farmer


Full Text:

PDF 41-51

References


Adimihardja, K. (1992). Kasepuhan yang Tumbuh di Atas yang Luruh. Bandung: Tarsito.

Dewantara, A. (2013). Peran Elit Masyarakat: Studi Kebertahanan Adat Istiadat di Kampung Adat UrugBogor, Jurnal Al-Turāṡ, 12(1): 89-117. https://doi.org/10.15408/bat.v19i1.3703.

Iskandar & Budiawati S. (2011). Agroekosistem Orang Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Khomsan, A., Riyadi, H., & Marliyati, S.A. (2013). Ketahanan Pangan dan Gizi Serta Mekanisme Bertahan Pada Masyarakat Tradisional Suku Ciptagelar di Jawa Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 18(3): 186-193.

McKercher, B. & du Cross, H. (2002). Cultural Tourism: The Partnership Beetween Tourist and Cultural Herritage Management.New York: Haword Press.

Monografi Kampung Adat Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Juni 2021.

Mustapa, H. (2010). Adat Istiadat Sunda. Edisi ke-3 Cetakan ke-1. Bandung: Alumni.

Pudjiastuti, S.R. (2019). Penelitian Pendidikan, Yogyakarta: Media Akademi.

Pudjiastuti, S.R. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Depok : Fatma Aji Depok.

Pudjiastuti, S.R. (2020). Etika Lingkungan, Depok: Gemala.

Pudjiastuti, S.R., Iriansyah, H.S., & Yuliwati (2021). Program Eco-Pesantren Sebagai Model Pendidikan Lingkungan Hidup. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 1(1): 29-37.

Soemarwoto, O. (1994). Ekologi, Lingkungan Hidup danPembangunan. Cetakan ke-6 edisi revisi. Jakarta: Djambatan.


Article Metrics

Abstract view : 2941 times
PDF 41-51 : 750 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats

© 2020 STKIP Arrahmaniyah Depok